HPD ke 22 SD Dharma Widya 2026
Membangun Karakter di Vihara Vipassana Graha-Lembang: Keseruan Hari Penghayatan Dhamma (HPD) ke-22 SD Dharma Widya
Tangerang – Memperkuat akar spiritualitas dan disiplin diri sejak dini merupakan komitmen utama SD Dharma Widya. Pada tanggal 13 hingga 15 Januari 2026, siswa-siswi Kelas 5 SD Dharma Widya sukses melaksanakan kegiatan rutin tahunan, yaitu Hari Penghayatan Dhamma (HPD) yang ke-22. Tahun ini, kegiatan bertempat di lingkungan yang asri dan tenang, Vihara Vipassana Graha, Lembang.
Hari Pertama: Adaptasi dan Pembukaan Spiritual
Perjalanan dimulai pada Selasa pagi, di mana rombongan siswa berangkat dengan penuh antusias menuju Lembang. Setibanya di Vihara Vipassana Graha, siswa langsung diarahkan untuk makan siang bersama, pembagian kamar (dormitori), dan pengenalan lingkungan vihara agar mereka dapat beradaptasi dengan suasana meditasi yang hening.
Tepat pukul 17.00 WIB, acara secara resmi dibuka oleh Kepala Sekolah SD Dharma Widya, Bapak Didik Purnomo. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa HPD bukan sekadar wisata religi, melainkan momentum untuk mempraktikkan Dhamma dalam keseharian.
Malam harinya, suasana berubah menjadi khidmat saat siswa melaksanakan chanting malam dan meditasi perdana. Sesi ini ditutup dengan pembekalan materi oleh Bhikkhu Cittarakho yang membahas tentang pondasi ajaran Buddha: Cattari Ariya Saccani (Empat Kesunyataan Mulia) dan Ariya Atthangika Magga (Jalan Mulia Beruas Delapan).
Hari Kedua: Menjalani Kehidupan sebagai Praktisi Dhamma
Hari kedua merupakan inti dari kegiatan HPD. Sejak fajar menyingsing, para siswa sudah berkumpul untuk melakukan meditasi jalan dan Metta Bhavana (pengembangan cinta kasih) yang dibimbing oleh Bhikkhu Chanda Dhamma dan Bhikkhu Saccanano.
Satu momen yang paling berkesan adalah saat para siswa melakukan prosesi pengambilan 8 Sila (Atthasila). Dengan mempraktikkan Atthasila, siswa belajar mengendalikan diri dari keinginan duniawi. Kegiatan dilanjutkan dengan Pindapatta, di mana siswa belajar berdana kepada para Bhikkhu, disusul dengan makan pagi secara berkesadaran.
Sepanjang siang hingga sore, siswa menerima asupan spiritual yang mendalam:
-
Bhikkhu Cittasatto memberikan pemaparan materi tentang hukum Kamma, Punabbhava (kelahiran kembali), Tilakkhana (Tiga Corak Umum), dan Paticcasamuppada (Sebab-Musabab yang Saling Bergantungan).
-
Bhikkhu Punnawi menyampaikan materi malam mengenai manfaat nyata dalam melaksanakan Sila (Kemoralan), Samadhi (Konsentrasi), dan Panna (Kebijaksanaan).
Hari kedua ditutup dengan Renungan Malam yang dipimpin oleh Bapak Didik Purnomo. Isak tangis haru sempat pecah saat siswa diajak merefleksikan kasih sayang orang tua dan kesalahan yang pernah dilakukan, memperkuat tekad mereka untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Hari Ketiga: Dedikasi dan Kepulangan
Pada hari terakhir, Kamis, 15 Januari 2026, siswa kembali mengawali pagi dengan meditasi dan chanting. Setelah sesi "Lepas Sila", para siswa tidak langsung pulang, melainkan melakukan aksi bersih-bersih vihara. Hal ini merupakan bentuk praktik nyata dari pengabdian dan menjaga kebersihan tempat ibadah.
Dengan hati yang tenang dan wawasan yang lebih luas, rombongan SD Dharma Widya pun bertolak kembali ke sekolah. Melalui HPD ke-22 ini, diharapkan siswa-siswi kelas 5 tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual yang kokoh sebagai bekal masa depan mereka.
Sadhu, Sadhu, Sadhu.


